Viral

Cerita Made Tawa, Seorang Kakek di Bali yang Skripsian pada Usia 80 Tahun

MACANBOLA.NEWS – Pria berusia 80 tahun itu dipapah dua staf menuju ruang ujian di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Bali. Namanya pun viral di TikTok setelah momen ujian proposal skripsinya diabadikan oleh dosen pembimbing.
Adalah Made Tawa yang pada usia senjanya masih haus belajar. Kakek dengan 40 cucu itu mengatakan jika alasan kuliahnya adalah untuk mengendalikan ego di dalam diri.

Tawa melanjutkan pendidikan S1 di program studi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja pada 2019. Bertepatan dengan pandemi COVID-19, Tawa harus menyesuaikan diri dengan metode belajar daring.

Ia bercerita jika keputusannya untuk berkuliah mendapat dukungan penuh dari keluarga. Bahkan, dua orang cucunya juga berkuliah di tempat yang sama dengannya.

“Keluarga, terutama istri, sangat mendukung saya berkuliah. Anak juga mendukung. Bahkan setelah saya viral, anak saya merasa bangga, dia bilang ke saya ‘Pak coba buka ini (medsos), ada Bapak di sana’,” jelasnya.

Angkat Penelitian dari Pengalaman Kerja
Pensiunan pegawai PT Telkom itu mengikuti ujian proposal skripsi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja pada Jumat (22/9/2023). Ia mengajukan proposal penelitian berjudul ‘Analisis Dampak Pelatihan Customer Service dengan Pendekatan Jendela Johari terhadap Kualitas Komunikasi Interpersonal dan Kepuasan di PT Telkom’.

Penelitian yang diajukan Tawa berdasarkan pengalaman pribadinya saat bekerja di PT Telkom. Diketahui, Tawa berkarier sebagai pegawai PT Telkom sejak 1980-an dan pensiun pada 2000-an.

Kejar S2
Tak sampai S1, Tawa masih ingin kuliah lagi setelah meraih gelar sarjananya di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Rencananya ia ingin mengambil prodi Teologi Hindu.

“Setelah selesai S1, saya akan lanjut S2 ambil jurusan Teologi Hindu. Ini juga untuk mengurangi ego di dalam diri saya,” ujar Tawa.

Baca Juga :   Ngaku Disekap di perbatasan Vietnam-Kamboja, Pasutri WNI Minta Tolong Pemerintah Indonesia

Kepala Prodi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja Komang Agus Widiantara mengapresiasi semangat Tawa. Menurutnya, Tawa merupakan sosok yang bersahaja dan komunikatif.

“Di usia beliau sibuk ngajak cucu di rumah, tapi beliau mau keluar dari zona nyaman dan mau mencoba hal-hal baru. Beliau ini sangat komunikatif. Bahkan lebih rajin berkomunikasi dibanding teman lainnya,” jelas Agus yang juga selaku dosen pembimbing Tawa.

Tawa, kata Agus, memiliki ingatan yang bagus mengingat proposal yang diajukan adalah penelitian kualitatif. Melihat semangat Tawa, Agus akan membimbing Tawa agar bisa segera menyelesaikan studi.

“Proses tetap jalan, kami tetap kawal sampai biar beliau tetap selesai dan bangga secara personal terhadap capaiannya,” imbuh Agus.

Agus berharap semangat Tawa untuk menyelesaikan studinya di usia senja bisa ditularkan kepada mahasiswa lain.

“Yang tua saja semangat, jadi saya harap yang muda juga semangat,” pungkasnya.

Sumber : Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *