Hiburan

Dinda Kanya Dewi Kesulitan Jadi Penari di Film Sekuel KKN di Desa Penari

MACANBOLA.NEWS – Dinda Kanya Dewi mendapat kesempatan untuk berperan di sekuel film Indonesia terlaris sepanjang masa, KKN Di Desa Penari. Film sekuel ini bertajuk Badarawuhi Di Desa Penari.

Dinda menjelaskan bahwa ia adalah pemain terakhir yang diumumkan lolos untuk berperan di film tersebut. Dinda menyebut, saat ia terpilih, pemain-pemain lain sudah melakukan proses reading.

“Makanya pas mau syuting aku harus benar-benar ngejar ke pemain-pemain lain, karena mereka sudah lama reading dan itu salah satu tantangan,” ungkap Dinda Kanya Dewi saat ditemui di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

“Jadi, aku harus benar-benar nanyain satu-satu, yang ini harus gimana atau apa. Lebih banyak aku yang aktif, karena waktuku enggak banyak,” sambungnya.

Selain jadi artis terakhir yang bergabung, peran yang didapat Dinda juga cukup menantang. Ia diminta untuk menjadi penari dalam film ini.
“Kita latihan nari empat kali dan itu benar-benar tight banget lah jadwalnya, karena benar-benar agak mepet gitu loh kalau aku,” tuturnya.

Beruntung, sutradara Kimo Stamboel tidak memberi permintaan khusus terkait penampilan Dinda. Namun, memang ada beberapa hal yang harus ia perhatikan.

“Alhamdulillah berat badannya sudah turun juga sebelumnya, jadi enggak ada request apa-apa. Paling enggak boleh cukur alis, rambut dibiarin gitu aja,” kata Dinda.

Seperti Dinda Kanya Dewi, Aming juga Punya Tantangan Mendalami Peran

Selain Dinda Kanya Dewi, ada Aming yang juga ikut menjadi pemain di film Badarawuhi Di Desa Penari. Aming memerankan Mbah Buyut muda, tokoh yang di film pertama diperankan oleh Diding Boneng.

Aming menceritakan bahwa ia tertarik dengan peran menjadi dukun. Namun, ada kesulitan yang juga ia alami.

Baca Juga :   Ayah Ammar Zoni Meninggal Dunia Usai Sempat Dirawat karena Kanker

“Ya, pokoknya menarik karena tokoh ini ada story background-nya. Aku jujur enggak ada kesulitan, paling ada lah kayak mantra dengan dialek berbahasa Jawa gitu, tapi enggak bisa saya spill,” ungkap Aming saat ditemui di kesempatan yang sama.

Aming tak mau banyak bicara soal perannya atau cerita dari Badarawuhi Di Desa Penari. Hanya saja, ia berani menjamin, film ini akan bagus dan sangat layak untuk ditonton.

“Filmnya bagus, karena digarap Kimo dan itu juga yang bikin kita excited dari awal dan syutingnya menyenangkan,” ujar Aming.

 

Sumber : Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *