Berita TerbaruDuniaViral

Hamas-Israel Memanas, BI Cermati Dampaknya ke Kurs hingga Harga Minyak Mentah

MACANBOLA.NEWSBank Indonesia (BI) masih mengkaji dampak dari eskalasi konflik Hamas dan Israel ke nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Adapun konflik Hamas-Israel di Jalur Gaza kembali pecah pada Sabtu (7/10) kemarin.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, meningkatnya suhu geopolitik dapat berdampak pada ketidakpastian ekonomi dan pasar global. Namun besarnya dampak tersebut masih harus dicermati lebih lanjut.

“Seberapa besar dampaknya masih harus dilihat dari kemungkinan perang yang ada di sana. Semoga tidak terlalu besar dan tidak lagi banyak korban,” kata Erwin kepada kumparan, Senin (9/10).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 12.00 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 15.678, melemah 66 poin atau 0,42 persen dibandingkan pembukaan tadi pagi.

Dihubungi terpisah, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto bilang, tingginya tensi geopolitik Hamas dan Israel berdampak pada tingginya harga minyak mentah

“Untuk eskalasi yang baru-baru ini terjadi, saya melihat, untuk sementara dampaknya ke harga minyak yang sempat meningkat,” kata Edi.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah melonjak lebih tinggi pada pembukaan perdagangan Senin (9/10) setelah serangan besar-besaran Hamas terhadap Israel. Namun kenaikan yang relatif kecil ini menutupi risiko meningkatnya konflik Timur Tengah.

Minyak mentah Brent naik USD 3,34 atau 3,95 persen menjadi USD 87,92 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di USD 86,23 per barel alias naik USD 3,44, atau 4,16 persen.

Edi melanjutkan, melonjaknya harga minyak dunia berpotensi memicu tingginya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global. Meski begitu Edi belum bisa menilai dampak dari perang yang tengah memanas ke kurs rupiah.

Baca Juga :   PBNU Dorong Konflik Hamas Vs Israel Segera Diakhiri

“Hal ini terus kita cermati. Pergerakan nilai tukar di Jumat kemarin, khususnya untuk mata uang Asia, relatif stabil pergerakannya. Tapi terus kita cermati perkembangannya,” terangnya.

Berdasarkan keterangan badan kemanusiaan PBB jumlah warga yang mengungsi mencapai 123.538 orang. “Penembakan dan serangan udara Israel di Gaza menargetkan rumah dan gedung apartemen,” kata badan PBB tersebut seperti dikutip dari Middle East Eye.

“Beberapa bahkan menghantam tanpa peringatan agar warga dievakuasi terlebih dulu,” sambung mereka.

Dari estimasi badan urusan pengungsi Palestina, sebanyak 73.538 orang mengungsi ke 64 sekolah di Gaza. Beberapa sekolah itu kini disulap menjadi tempat pengungsian.

Perang Israel-Hamas juga menyebabkan 200 lebih warga di Gaza kehilangan nyawa. Sedangkan jumlah korban jiwa dari pihak Israel mencapai 700 orang lebih

Sumber : Kumparan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *