Viral

Iran Bikin Aturan Berhijab Baru, Perempuan yang Langgar Bisa Dipenjara 10 Tahun

MACANBOLA.NEWS – Parlemen Iran baru-baru ini mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) baru yang mengatur soal hijab perempuan. Menurut aturan yang disahkan pada Rabu (20/9) lalu itu, perempuan dan seluruh pihak yang melanggar dapat dikenakan hukuman yang berat, mulai dari denda sampai penjara hingga 10 tahun.

Dikutip dari CNN, peraturan ini mencakup regulasi soal dress code atau tata cara berpakaian warganya. Dalam RUU tersebut, dijelaskan bahwa perempuan yang tidak mengenakan hijab dengan benar bisa didenda.

Pemerintah Iran mendefinisikan busana yang tidak pantas sebagai pakaian yang ketat dan terbuka, atau baju yang menunjukkan bagian tubuh di bawah leher, di atas pergelangan kaki, atau di atas tangan.

Menurut Al Jazeera, aturan ini juga meregulasi pakaian laki-laki. Busana tak pantas buat laki-laki dideskripsikan sebagai pakaian terbuka yang menunjukkan bagian tubuh di bawah dada dan di atas pergelangan kaki, atau yang memperlihatkan pundak.

RUU yang berisi 70 pasal tersebut menjabarkan hukuman-hukuman baru bagi para pelanggar aturan.Perempuan dan laki-laki yang mengenakan busana tidak pantas akan didenda. Dendanya bakal terus bertambah jika pelanggaran dilakukan berulang kali.

Kemudian, pada pasal 50, dijelaskan bahwa siapa pun yang tampil di ruang publik dalam keadaan telanjang, setengah telanjang, atau dalam penampilan yang dianggap sebagai telanjang, akan langsung ditangkap. Namun, menurut CNN, aturan ini cukup rancu. Sebab, RUU ini tidak menjelaskan definisi “setengah telanjang” dengan mendetail.

Warga Iran yang berkolusi atau bersekongkol dengan media atau pemerintah asing dalam mempromosikan ketelanjangan, hijab yang tidak benar, atau busana yang tidak pantas, terancam hukuman penjara sampai 10 tahun.

Siapa pun yang bersalah atas mengejek atau menghina hijab juga akan dikenakan hukuman berat. Selain didenda, mereka terancam dilarang bepergian hingga dua tahun lamanya. Aturan ini berlaku pula pada mainan dan manekin yang dianggap menunjukkan ketidaksenonohan.

Baca Juga :   Marshella Aprilia Minta Maaf Usai Sindir Pratama Arhan Miskin dan Pengkhianat

Di samping itu, RUU ini mencakup rencana-rencana lainnya untuk menghukum para pelanggar. Salah satunya adalah menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi perempuan yang melanggar dress code tersebut. Aturan ini juga akan menghukum pemilik bisnis atau selebriti yang melanggar.

Meskipun RUU sudah disahkan oleh Parlemen Iran—dengan 152 suara setuju, 34 menolak, dan 7 abstain—aturan ini baru akan diimplementasikan setelah mendapatkan persetujuan dari Dewan Wali Iran (The Guardian Council). Kemudian, setelah periode percobaan selama tiga tahun, RUU ini baru bisa ditetapkan.

Aturan berhijab terbaru ini disahkan beberapa hari setelah peringatan satu tahun kematian perempuan bernama Mahsa Amini. Pada September tahun lalu, Mahsa Amini tewas usai ditahan oleh Polisi Moral Iran. Ia diduga ditangkap akibat mengenakan hijab yang dianggap tidak pantas.

Akibat kematian Mahsa Amini, protes besar terjadi di berbagai wilayah Iran. Demonstrasi itu pun berlangsung selama berbulan-bulan.

Sumber : Kumparan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *