Politik

Mahfud Jelaskan Makna Logo Hitam Putih: Jangan Abu-abu Kalau Buat Kebijakan

MACANBOLA.NEWS – Cawapres nomor urut 3, Mahfud Md, menjelaskan makna di balik logo terbaru pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Dia mengatakan logo itu dibuat hitam putih, dengan makna agar tidak abu-abu dalam mengambil kebijakan.

“Logo baru itu kebersamaan saja bahwa Ganjar-Mahfud itu nomor 3, kemudian didukung oleh 4 (slogan),” kata Mahfud di Aceh saat berkampanye yang dibagikan melalui video kepada wartawan, Selasa (28/11/2023).

Mahfud mengatakan warna hitam putih dalam agama Islam melambangkan ketegasan. Sebab itu, kata dia, pemerintah tidak boleh bersikap abu-abu dalam mengambil kebijakan.

“Tapi kalau warna hitam putih itu sebenarnya kalau saya pakai bahasanya agama orang Aceh, agama Islam, Al-Faruq namanya, Al Faruq itu dilambangkan oleh ketegasan sikap penegakan hukum seperti Umar bin Khattab, ini kalau contoh untuk orang Aceh karena sangat agamis,” paparnya.

“Pokoknya harus hitam putih, jangan abu-abu kalau membuat kebijakan. Itu ke sana bilang gini, besok bilang gitu, ke sini bilang gini, itu harus hitam putih, saya mau begini agar Indonesia maju, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” sambung dia.

Mahfud menjelaskan makna slogan ‘Gerak Cepat‘. Menko Polhukam RI itu mengatakan gerak cepat mengartikan hal-hal yang menjadi prioritas harus dikerjakan dengan target yang sudah ditentukan dengan cepat.

“Misalnya tahun depan kita akan mencapai apa, urusan ustaz ini, tahun depan lagi untuk urusan satu desa satu puskesmas dan satu tenaga kesehatan itu mencapai desa berapa, misalnya,” ungkapnya.

Mahfud pun mengatakan hal itulah yang disebut dengan gerak cepat. Dua menyebut program harus dijalankan, bukan ditinggalkan.

“Itu namanya gerak cepat, bukan hanya ditulis, lalu ditinggalkan, ini diprogramkan, tahun kesekian dapat segini, tahun kesekian segini, tahun kesekian segini,” ungkap dia.

Baca Juga :   Banyak Caleg Eks Napi Korupsi: Kita Serahkan Kepada Rakyat

Mahfud menilai Indonesia merupakan negara yang kaya raya untuk dapat membiayai program-program itu. Namun, kata dia, masih ada ketidakadilan yang membuat Indonesia timpang.

“Indonesia ini sangat kaya raya untuk membiayai itu, selama ini memang karena ketidakadilan saja sebenarnya yang belum terkelola dengan baik, sehingga negara yang kaya raya ini timpang,” tuturnya.

“Banyak yang tidak kebagian karena keserakahan sebagian orang, dan itu kemudian menimbulkan ketidakadilan, menimbulkan korupsi dan sebagainya, ini yang harus kita atasi,” imbuh dia.

Sumber : Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *