Hiburan

Rayakan 50 Tahun Ada di Dunia Hiburan, Begini Perjalanan Karier Christine Hakim

Jakarta, macanbola.news – Christine Hakim membuat kejutan dengan merayakan 50 tahun dirinya terjun ke dunia hiburan Tanah Air. Bertajuk The Journey of Christine Hakim, acara ini dilaksanakan tepat setengah abad, sejak ia pertama kali memulai debutnya melalui film Cinta Pertama pada 1973.

Christine Hakim mengungkapkan peran ibunya sangat berpengaruh dalam meraih kesuksesan dalam karirnya. Christine yakin bahwa tanpa dukungan dan keyakinan yang diberikan oleh ibunya, ia tidak akan mampu mencapai prestasinya seperti saat ini.

Walaupun di awal karier di industri hiburan terdapat stigma negatif, ibunya tetap kokoh dalam memberikan dukungan penuh kepada Christine sepanjang perjalanannya.

“Dahulu, di awal karier saya, banyak orang yang meragukan dan mengatakan kepada ibu saya, kenapa anaknya dibiarkan bermain film? Tetapi, ibu saya menjawab dengan menjawab dengan penuh keyakinan, saya percaya pada anak saya,” ucapnya kepada media, Rabu (30/8/2023).

Semakin penasaran dengan perjalanan kariernya? Berikut adalah rangkumannya.

Awal karier
Pada awalnya, Christine Hakim tidak memiliki niatan untuk menjadi seorang aktris. Ia sebenarnya bercita-cita menjadi arsitek atau psikolog. Namun, takdirnya berubah setelah ia terlibat dalam film “Cinta Pertama” karya Teguh Karya pada 1973. Saat itu, ia tidak bisa menolak permintaan Teguh, tetapi setelah mempertimbangkan akhirnya ia mengambil tawaran tersebut. Karyanya di Cinta Pertama bahkan meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Di tahun berikutnya, Christine Hakim berperan dalam film lain yang disutradarai oleh Teguh, yaitu Kawin Lari. Pengalaman tersebut memberikannya pemahaman yang lebih dalam tentang dunia akting. Sejak saat itu, terus menekuni kariernya sebagai aktris.

Menjadi produser film
Pada 1998, Christine Hakim mempersembahkan karya pertamanya sebagai seorang produser dengan judul film Daun di Atas Bantal selama mempresentasikannya acara Un Certain Regard di Festival Film Cannes. Namun, dalam proses produksi, terjadi kesalahan yang mengharuskan mengulang seluruh rekaman.

Baca Juga :   Ammar Zoni Kecewa Dituntut 1 Tahun Penjara Atas Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Produksi lainnya, Pasir Berbisik pada 2001 yang berlangsung lebih lancar. Pada film ini, Christine tidak hanya berperan sebagai produser tetapi juga memainkan peran utama yang kala itu diputar di Festival Film Asia Deauville.

Main film hollywood
Tahun 2010, Christine Hakim mulai bermain film Hollywood pertamanya ketika ia berperan sebagai Wayan, seorang penjual jamu asal Bali, dalam film Eat Pray Love bersama Julia Roberts. Ketika ia tiba di Bali tiga hari sebelum syuting dimulai, Christine harus segera membaca naskah, menyesuaikan diri, dan menghilangkan rambut hijau miliknya. Kemudian, pada tahun yang sama, Christine menerima Penghargaan FIAPF atas pencapaiannya yang luar biasa.

Membuat film dokumenter
Tidak hanya itu, Christine juga membuat film dokumenter tentang Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia. Selain itu, di tahun 2011, ia juga menghasilkan dokumenter tentang autisme yang bertujuan untuk mendidik masyarakat yang saat itu dirilis bertepatan dengan Hari Kesadaran Autisme Sedunia. Lalu, dilanjut pada Mei 2011, ia memroduksi film dokumenter tentang orang Dayak Kalimantan.

Mengikuti kegiatan sosial dan aktivisme
Mulai 2000-an, Christine Hakim terlibat sebagai seorang aktivis dengan fokus pada dunia pendidikan. Setelah terjadi gempa bumi dan tsunami di Samudra Hindia 2004, Christine terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan ke Aceh. Hal ini mendorongnya untuk mendirikan Christine Hakim Foundation, sebuah yayasan yang bertujuan memajukan pendidikan publik tentang autisme.

Kemudian pada 2008, Christine diangkat menjadi duta baik Indonesia untuk UNESCO. Posisi ini ia gunakan untuk mempromosikan pendidikan, mendorong reformasi pendidikan di Indonesia, serta mendukung program bantuan bencana di kawasan Asia Tenggara.

Sumber : beritasatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *