Hiburan

Umi Pipik Kenang Musibah Kebakaran Rumah: Kalau Bukan karena Allah, Saya Mati

MACANBOLA.NEWS – Umi Pipik dan anak-anaknya sempat mengalami musibah kebakaran di tahun 2014. Api yang sengaja disulut oleh mantan pegawai Umi Pipik melahap rumah dan seluruh harta benda miliknya.

Kini, setelah 9 tahun berlalu, Umi Pipik kembali mengenang musibah tersebut. Ia mengatakan bahwa pertolongan Allah yang menyelamatkan nyawanya dan anak-anak kala itu.

“Pas kebakaran itu, di situ saya bersyukurnya begini, ‘Ya Allah kalau bukan karena Allah yang menyelamatkan, saya dan anak-anak saya sudah mati,” ungkap Umi Pipik seperti dikutip dari kanal YouTube Alanabi Channel.

Istri mendiang ustaz Jefri Al Buchori itu kemudian mengatakan bahwa ia sempat terbangun untuk memasang alarm. Sebab ia harus menjalani proses syuting untuk lagu yang baru saja ia ciptakan.

Saat terbangun, ia merasa hawa panas yang sangat luar biasa. Padahal saat itu kamar Umi Pipik memakai AC.

“Kok saya kayak dipanggang, ya? Karena AC nyala tapi panas luar biasa. Dan kebetulan malam itu saya tidurnya sendiri, biasanya sama Bilal,” kenangnya.

Selama terjaga dari tidurnya, Umi Pipik menyadari ada asap tebal yang masuk dari selam-sela pintu. Ia pun membuka pintu dan terkejut melihat kondisi rumahnya yang sudah dilalap api.

Ia pun langsung bergegas untuk membangunkan anak-anaknya. Dalam kondisi panik, Umi Pipik melangkah cepat tanpa alas kaki untuk menyelamatkan diri.

“Saya merembet ke kamar anak-anak tanpa alas kaki dan di situ saya merasa Allah dekat sekali. Kami terkepung api yang panasnya luar biasa. Seperti sudah di neraka, asap tebal, panas luar biasa, anak-anak terkepung api, kalau bukan Allah yang menyelematkan siapa? Enggak ada,” ujarnya.

Umi pun berusaha membangunkan anak-anak dan menyelamatkan mereka. Ia meminta Abidzar Al Ghifari membawa kakak dan adiknya untuk ke kamar Umi Pipik dan menuju balkon. Saat itu Umi Pipik memang memutuskan untuk mengajak anak-anaknya loncat ke bawah.

Baca Juga :   Tangan Irwansyah Patah Usai Alami Kecelakaan Saat Berkuda

“Begitu kita mau loncat, Abidzar bilang, ‘Umi, Bilal masih di kamar’. Wah itu jantung sudah mau lepas, kayak diingatin Allah. Akhirnya kami selamatin Bilal dan akhirnya kita loncat. Jadi, dari lantai kamarku masih ada kanopi, baru dari kanopi kita loncat ke bawah. Setelah itu, baru pada datang orang-orang menolong,” pungkasnya.

 

Sumber : Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *